Photobucket




Tatapan Kenangan



Terima kasih atas kesudian sahabat untuk singgah di teratak maya ini.Semuga kita dapat bersua wajah pula suatu masa nanti....


   

<< August 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31



Photobucket

Dalam dunia ini yang paling sulit untuk dijelaskan ialah PERSAHABATAN kerana ia bukanlah satu pelajaran yang bolih dipelajari dari sekolah tetapi bila sahabat tidak pernah merasai `makna` persahabatan bererti sahabat tidak pernah belajar apa apa pun didunia ini.


Photobucket

Aku mencintai sahabat-sahabatku dengan segenap jiwa ragaku seakan-akan aku mencintai sanak saudaraku. Sahabat yang baik adalah yang seiring sejalan denganku dan menjaga nama baikku ketika aku hidup atau pun setelah aku mati.


Photobucket

Aku selalu berharap mendapatkan sahabat sejati yang tak luntur baik dalam keadaan suka ataupun duka. Jika itu aku dapatkan, aku berjanji akan selalu setia padanya. Kuhulur tangan kepada sahabat-sahabatku untuk berkenalan kerana aku akan merasa senang. Semakin banyak aku perolih sahabat aku semakin percaya diri.


Photobucket

Belum pernah kutemukan di dunia ini seorang sahabat yang setia dalam duka padahal hidupku sentiasa berputar putar antara suka dan duka. Kalau duka melanda aku sering bertanya 'siapakah yang sudi menjadi sahabatku'? Di kala aku senang, sudah biasa bahawa banyak orang yang akan irihati. Namun bila giliran aku susah mereka pun bertepuk tangan.


Photobucket

Aku dapat bergaul secara bebas dengan orang lain ketika nasibku sedang baik. Namun ketika musibah menimpaku, kudapati mereka tak ubahnya roda zaman yang tak mahu bersahabat dengan keadaan. Jika aku menjauhkan diri dari mereka, mereka mencemuhkanku dan jika aku sakit tak seorang pun yang menjengukku. Jika hidupku berlumur kebahagiaan banyak orang irihati. Jika hidupku berselimut derita mereka bersorak sorai.


Photobucket

Tenanglah engkau dalam menghadapi perjalanan zaman ini dan bersikaplah seperti seorang paderi dalam menghadapi manusia. Cucilah kedua tanganmu dari zaman tersebut dan dari manusianya. Peliharalah cintamu terhadap mereka. Maka kelak kamu akan memperolihi kebaikannya.


Photobucket

Ketika aku menjadi pemaaf dan tak punyai rasa dengki, hatiku lega jiwaku bebas dari bara permusuhan. Ketika musuhku lewat dihadapanku aku sentiasa menghormatinya. Semua itu ku lakukan agar aku dapat menjaga diriku dari kejahatan. Aku tampakkan keramahanku, kesopananku dan rasa persahabatanku kepada orang-orang yang kubenci sebagaimana kutampakkan hal itu kepada orang orang yang kucintai. Manusia adalah penyakit dan penyakit itu akan muncul bila kita mendekatinya. Padahal menjauhi manusia bererti memutuskan persahabatan.


mistery

Mudah-mudahan anjing-anjing itu dapat bersahabat denganku kerana bagiku dunia ini sudah hampa dari manusia. Sehina-hinanya anjing ia masih dapat menunjukkan jalan untuk majikannya yang tersesat. Tidak seperti manusia-manusia jahat yang selamanya tak akan memberi petunjuk. Selamatkanlah dirimu, jaga lidahmu baik-baik tentu kamu akan bahagia walaupun kamu akan terpaksa hidup sendiri.


umah

Apabila engkau menginginkan kemuliaan orang-orang yang mulia, maka dekatilah orang yang sedang membangun rumah untuk Allah. Hanya orang-orang yang berjiwa mulia dapat menjaga nama baik dirinya dan selalu menghormati tamunya baik ketika hidup mahupun setelah mati.


Photobucket

Jika seseorang tak dapat menjaga nama baiknya kecuali dalam keadaan terpaksa, maka tinggalkanlah dia dan jangan bersikap belas kasihan kepadanya. Banyak orang lain yang dapat menjadi penggantinya. Berpisah denganya bererti istirehat. Tak semua orang yang engkau cintai mencintaimu dan sikap ramahmu kadangkala dibalas dengan sikap tak sopan.

Selamat tinggal dunia jika atasnya tidak lagi ada sahabat yang jujur dan menepati janji....!


Datangmu tidak memberi kesan dan pergi mu juga tidak akan memberi bekas buatku

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, August 25, 2008
Saya belajar,

Saya belajar,
bahawa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya,
saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai...
 
Saya belajar,
bahawa bertahun-tahun waktu diambil untuk membangun kepercayaan
dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya. ..
 
Saya belajar,
bahawa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik...
 
Saya belajar,
bahawa persahabatan sejati sentiasa utuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh dan beberapa di antaranya melahirkan cinta sejati..
 
Saya belajar,
bahawa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan bererti dia tidak mencintai saya...
 
Saya belajar,
bahawa sebaik-baiknya pasangan itu,mereka pasti pernah melukai perasaan saya dan untuk itu saya harus memaafkannya. ..
 
Saya belajar,
bahawa saya harus belajar mengampuni diri sendiri
dan orang lain kalau tidak mahu dikuasai perasaan bersalah terus menerus...
 
Saya belajar,
bahawa linkungan dapat mempengaruhi peribadi saya,
tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan...
 
Saya belajar,
bahawa dua manusia dapat melihat sebuah benda
tapi jarang dari sudut pandang yang sama...

Saya belajar,
bahawa tidaklah penting apa yang saya miliki
tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya.. .
 
Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua memerlukan proses dan 
pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati...
 
Saya belajar,
bahawa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya...
 
Saya belajar,
bahawa saya punya hak untuk marah,
tetapi itu bukan bererti saya harus benci dan berlaku bengis....
 
Saya belajar,
bahawa kata-kata manis tanpa tindakan
adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai...
 
Saya belajar,
bahawa orang-orang yang saya kasih
sering datang dan pergi dari kehidupan saya...
 
 
 

Tongue





Posted at 10:23 am by Indra
Make a comment  

Thursday, August 14, 2008
Batu Nisan

Entah mengapa tetiba arini aku teringat Batu nisan. dan tertanya tanya lak nape satu masa dulu batu nisan  diletakkan terbaring di atas liang lahat tapi entah zaman bila lak ianya d pacak atas liang lahat. Bagiku batu nisan  bukan sekadar d lihat sebagai tanda d kubur semata2 tapi kita perlu merenungkan makna....

Di dalam dunia yang cenderung tidak memiliki tradisi untuk memahami makna, maka status pembuat batu nisan tidak mungkin ada org yg berminat untuk mengcukil terhadap hasil kerja tangan mereka yang mempunyai penilaian dan pandangan yg tersirat erti dan makna batu nisan. Walhal pembuat batu nisan dapat menggali seluruh potensi yang 'dimilikinya' untuk melahirkan dirinya sendiri Karena itu tidaklah mungkin seorang pembuat batu nisan lahir dari sebuah situasi kekosongan.Ia hanya mungkin lahir dari sebuah perenungan atau pemikiran yang sudah "terutus" atau dari "bisikan ghaib".Dan bilamana si pembuat batu nisan terpaksa muncul dari sebuah situasi kekosongan, ia tidak akan mungkin bertahan dalam keadaan sedemikian rupa kerana itu dia akan  terus-menerus berusaha melepaskan diri dari belenggu yang mengungkung dirinya lalu terjadilah kesulitan yg "menimpa".

Seorang pembuat batu nisan harus mampu memberikan makna bagi dirinya sendiri dan terutama bagi ukiran ukiranya pada batu nisan, karena ia membawa amanat besar untuk tujuan memberi "tanda" utk keluarga simati atau pada masyarakat sekilingnya. dalam erti kata lainnya sebagai sebuah bentuk komunikasi timbal balik antara dirinya sendiri dengan masyarakat.

Sudah menjadi tugas seorang pembuat batu nisan untuk menemukan pintu keluar bagi simati yang menghadapi "kesulitan"  kerana itu pembuat batu nisan harus sampai pada kesadaran baru untuk memaksimakan semua potensi yang dimilikinya, bukan lagi sebatas angan-angan, atau sekedar sebagai mimpi dan ilusi. Karena ilusi atau mimpi sekalipun bila ia tampil dapat sebagai sebuah gambaran nyata dari kehidupan. Sudah menjadi tugas utama para pembuat batu nisan untuk memberikan dan mempertahankan kehidupan dan bukannya tunduk pada kekuatan kematian atau tekanan kekuasaan atau "melepaskan tangan".

Apa yang akan terjadi sekiranya kita memberikan nyawa pada sebongkah batu? Maka batu itu pastilah akan menyerukan ke’diam’annya, malahan mungkin ia akan meneriakkan kebekuannya lebih nyaring daripada apa yang sanggup di dengar oleh indera pendengaran kita. Dan demikianlah seharusnya pembuat batu nisan menyuarakan dirinya sendiri. Tapi apa yang sebenarnya telah terjadi pada pembuat batu nisan sejauh ini, dan bagaimana pandangan orang terhadapnya?

Masih adakah pembuat batu nisan bagai sebuah lampu yang memiliki fungsi untuk membuat segala sesuatu terlihat lebih jelas? Ia hadir sebagai sebagai pelengkap, sebagai subjek dan objek sekaligus.Apalah arti batu bila hanya untuk disepak atau ditendang orang? Tapi siapa berani menendang batu nisan di tengah kuburan? Bagaimana pula orang memperlakukan sebuah batu mulia?

Sesaorang yang menerima amanah untuk membuat batu nisan bererti dia adalah "perwakilan" untuk menjadi seorang manusia maka ia harus seutuhnya manusia, ia bukan sekedar mata kanan atau mata kiri, bukan pula tangan kanan atau tangan kiri. Karena ia bukan lembu, gajah, kucing atau ayam jantan, kerana itu dia memiliki "amalan khusus"

Inilah tujuan utama mengapa sesaorang itu d pilih untuk membuat batu nisan, bukan sekedar untuk merayakan kepedihan, atau mengungkapkan keluhan. Ia harus sanggup memberikan kehidupan dan tempat yang seluas-luasnya bagi mereka yang memerlukan sebuah "jalan lurus".


# Cara seseorang memandang hidupnya akan menentukan bagaimana ia menjalaninya. Percaya bahwa Tuhan telah mensiapkan rancangan yang terbaik bagi kita tidaklah cukup. Bagaimanapun kita tetap harus bertindak atas usaha untuk memberikan seluruh aspek hidup sebagai persembahan yang terbaik bagi Dia, masyarakat dan diri kita sendiri. Dengan kata lain, kita tetap harus mengetahui bagaimana pilihan hidup kita bolih menjadi sebuah perjalanan yg tepat sekaligus d berkati Tuhan tidak kira bidang apa yg kita ceburi.


Posted at 09:10 pm by Indra
Make a comment  

Saturday, August 02, 2008
BERGERAK SEBAGAI SATU UMAT


          Inilah saranan utama dakwah Tajdid Segar. Banyak jemaah gerakan Islam dan bagus-bagus, tetapi hingga ke hari ini belum kedengaran seruan untuk jemaah-jemaah ini mengerakkan umat untuk "bergerak sebagai satu umat". Jemaah-jemaah ini seolah-olah sudah selesa dengan bergerak secara "jemaah-jemaah berasingan" sahaja. Kemudian mereka cuba membuat perhubungan dengan satu atau dua jemaah-jemaah lain yang agak sesuai dengan manhaj perjuangan mereka. Jika beginilah keadaannya, nasib umat Islam masih akan tetap seperti yang ada pada hari ini.

          Jemaah-jemaah ini sepatutnya sudah mempunyai OIC sendiri. Negara-negara Islam hari ini mampu bergerak secara berjemaah (walaupun kurang berkesan) dengan menubuhkan OIC. Negara-negara yang saling berperangpun boleh duduk semeja dan berbincang, menagapa para pimpinan orang-orang soleh ini tidak boleh berbuat demikian?

           Bayangkan kalau jemaah-jemaah Islam hari ini mempunyai OICnya sendiri! Bahkan kalau mampu membentuk majlis syura! Apa-apa isu sejagat dibincangkan bersama. Bayangkan apa yang boleh dibuat oleh himpunan orang-orang soleh ini! Agaknya apa reaksi musuh-musuh Islam? Apa reaksi Zionis?

          "Bergerak sebagai satu umat" tidak akan mengurangkan apa-apa yang mereka bawa dalam jemaah masing-masing selama ini. Mereka masih bebas bergerak dan beramal dalam jemaah sendiri tetapi dalam masa yang sama ada organisasi di peringkat global bersama jemaah-jemaah lain.

          Kita berangan-angan dahulu. Bayangkan semua jemaah Islam yang benar sudah ada satu organisasi di peringkat global. Katakanlah mereka berjaya membentuk syura. Antara ahli syuranya ada pemimpin utama Ikhwanul Muslimin, pemimpin utama Jemaat Tabligh, pemimpin utama Jemaat-e Islami, pemimpin utama Naqsyabadiyyah, pemimpin utama Hizbut Tahrir dan pemimpin utama jemaah-jemaah lain sedang duduk semeja membincangkan masalah Palestine, masalah hinaan Barat kepada wanita Muslim berhijab, membincangkan hiburan alternatif untuk orang awam Muslim, membentuk satu dana bersama, menghantar pasukan bantuan kepada mangsa Tsunami di bawah panji-panji OIC jemaah-jemaah "Bergerak Sebagai Satu Umat" ini… masyaallah…!

          Tapi kita faham kaum Salafi Wahhabi tidak akan menganggotai OIC ini kerana bagi mereka jemaah-jemaah yang ada tidak lain pelengkap kepada 72 golongan umat Islam yang sesat, mereka saja satu-satunya golongan yang terselamat daripada 73 golongan. Kita buat juga tawaran, kalau mereka tidak mahu- lagi bagus. Dikhuatiri nanti akan menjadi virus kepada perpecahan pula. Kaum ekstremis Syiah juga begitu.

          Kita kena faham, zaman Madinah kedua tidak akan berlaku selagi umat ini tidak "digerakkan sebagai satu umat", percayalah.Katakanlah kita berjaya mendapatkan daulah kehalifahan, apa akan berlaku kepada umat dalam keadaan jemaah-jemaah ini masih tidak punya hubungan sesama mereka? Kukuhkah daulah itu? Rasulullah persaudarakan Muhajirin, Aus dan Khazraj terlebih dahulu sebelum membentuk daulah. Selain itu baginda persaudarakan juga para hamba dengan tuan-tuan dan masyarakat awam. Langkah-langkah ini berjaya mewujudkan sebuah daulah teragung di muka bumi. Fikirkan…

          Persoalan terpenting- mampukah tokoh-tokoh berbilang jemaah ini bertolak-ansur sesama mereka padahal selama ini merekalah yang sering mendakwahkan agar manusia bertolak-ansur? Mampukah mereka membuang ego dengan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan jemaah-jemaah lain? Sanggupkah membuang ketaksuban  seperti "Jemaah aku yang paling sunnah", "Jemaah akulah yang lebih tinggi darjatnya daripada semua jemaah yang ada" ataupun "Jemaah aku sajalah yang dijanjikan sebagai jemaah akhir zaman " dan sebagainya?


Sehingga kini, jika seseorang penggiat Tabligh ingin bercerita kepada saya tentang usaha-usaha Tabligh termasuklah 'Bayan 2 Setengah Jam', saya dengan senang hati bersedia mendengarnya. Tetapi kemudian, apabila saya pula ingin bercerita tentang usaha dakwah jemaah yang saya anggotai ataupun jemaah-jemah lain, dia tak mahu dengar. Kalau didengarnya pun dengan wajah yang mencuka sedangkan ketika saya mendengar dakwahnya wajah saya cerah. Ia boleh mendakwahkan fahamannya kepada orang tetapi orang lain tidak boleh mendakwahkan fahaman mereka kepadanya. Umat Islam boleh maju dengan cara begini?

Sering rakan-rakan Tabligh mengajak saya kembali ke markas pada setiap malam Ahad. Ada juga yang mengajak 'keluar 3 hari'. Saya boleh mengikuti aktiviti tersebut tapi dengan syarat 'win-win'.  Sanggupkah pula selepas ini dia mengikut aktiviti-aktiviti dakwah saya dan 'keluar' mengikut cara saya selama tiga hari? Setakat ini belum jumpa lagi. Aktiviti jemaahnya disuruhnya kita ikut, tapi aktiviti jemaah kita tidak dipandangnya. Kenduri di rumahnya mesti kita pergi, tapi kenduri di rumah kita dia tak mahu datang . Adil?

Sikap sebeginilah yang mahu kita hapuskan dalam dakwah Tajdid Segar.Pada saya, datanglah wakil dari jemaah manpun untuk memberi penerangan, saya suka untuk mendengarnya. Tapi… 'win-win'- dua jam si wakil mempromosikan fahamannya, dua jam juga selepas itu untuk saya promosikan fahaman saya. Saling memberi dan saling menerima. Sekiranya untuk mendengar penerangan sebelah pihak sahaja, saya kurang berminat.

Begitulah antara sebab saya tidak dapat terus kekal dalam jemaah Tabligh,tarikat dan bermacam jenama jemaah lainye....  kekadang lebih senang ngan jemaah teater walaupun.......


Posted at 03:15 pm by Indra
Comment (1)  

Thursday, July 31, 2008
aku ngidam pizza

Perut ku sakit tiada siapa nak hantar pizza
           
aku ngidam pizza supreme
tunggu? brapa lama? brapa lama?
           
dunia…..
kau mengecewakan aku
mereka menderita
dan
aku disini kepingin sekeping pizza
aku kekenyangan
mereka
menangis kelaparan
dimana keadilan?
dimana kebenaran?
           
dimana perikemanusiaan?
ibu ibu yang keciciran,
anak
anak yang kehilangan
ayah yang terkubur tanpa nesan
saat mereka sengsara, merana,
aku menangis kepinginkan pizza………
           
maafkan aku ……
bukan aku benci mereka,
bukan salah mereka,
salah dia yang gila kuasa
salah dia yang
inginkan segalanya,
dua dua bertopengkan agama,
agama telah
lama mati,
mereka hanya gila kuasa!

tika aku menikmati
sekeping pizza,
apakah yang dapat dijamah oleh
saudara-saudaraku?


Posted at 06:30 pm by Indra
Make a comment  

Wednesday, July 16, 2008
anggapan anda terhadap islam,

"Islam itu tidak pernah bersatu, tetapi juga tidak pernah berpecah"

~Senang kami mengtakan bahawa islam anda itu adalah islamnya anda, tetapi apakah bererti itulah islam?  Ini bukan soal bagaimana islam atau siapa islam, tetapi bagaimana anggapan anda tentang islam dan selanjutnya siapa yang anda katakan islam. Ini soal anggapan!  Islamnya anda bukan bererti islamnya orang lain. Mereka yang hijau membangunkan islam dengan warna hijaunya, maka hijaulah islam mereka. Mereka yang merah membangunkan islam dengan warna merahnya, maka merahlah islam mereka. Islam bagi syiah ternyata bukan islam bagi sunni, islam bagi sunni ternyata bukan islam bagi syiah - lalu mereka berbunuh-bunuhan. Oleh itu, sedikit orang bisa berkata dengan penyaksian bahawa; "..islamnya anda adalah islamnya saya, tetapi islamnya saya masih belum menjadi islamnya anda". Atas itu juga kami mengatakan islam tidak pernah bersatu, iaitu bersumberkan islamnya anda, tetapi kami juga mengatakan islam tidak pernah berpecah' yang mana membuatkan anda terpinga-pinga, oleh ketidak-upayaan pencerapan anda..

Jika Muhammad saw membawa kesatuan, yang anda sebutkan dengan nama haq, apakah hari ini yang bhatil itu berulang? Justru, apakah kesadaran anda yang tidak mampu, atau alquran yang menipu?
 
~As-Saba: 49 menjelaskan, ' Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi"'
 
Hari ini anda(umum) berbicara tentang perpecahan yang harus dimusuhi, yang harus diperangi, bukankah itu kebhatilan menurut anda? Bukankah itu bermaksud kebhatilan berulang lagi? Secara tidak langsung, bukankah bermaksud anda berkata bahawa alquran berbohong? Sebaliknya, jika anda mengatakan bahawa perpecahan bukan kebhatilan, tetapi haq, mengapa pula anda resah dan memusuhi..
 
Ini bukan soal islam itu bagaimana, ini bukan soal bhatil itu bagaimana, ini bukan soal haq itu bagaimana. Ini juga bukan soal yang benar itu siapa, tetapi ini soal anggapan; anggapan anda terhadap islam, bhatil, haq, siapa yang benar dan seterusnya..
 
Selanjuta as-Saba: 50 menjelaskan, 'Katakanlah; "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudaratan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk, maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat.."' 
 
..tetapi anda(umum) lebih senang menuding jari, menyalahkan yang di luar. Anda tidak pernah melihat ke dalam, anda tidak pernah bertanya; ..dimana salah diriku hingga aku jadi begini?
 
Pun begitu, senang kami katakan bahawa anda tidak salah. Sepertimana kami membenarkan islamnya anda, seperti itulah kami membenarkan anda. Kami hanya melihat anda sedang mencari, sedang bertanya, dan kami berusaha memenuhi pertanyaan anda. Tidak sedikit kami menjawab dengan pertanyaan-pertanya an, supaya dapat anda merenungi; dengan harapan jawapan yang tiba nanti lahirnya dari kekuatan yang ada dalam diri anda sendiri.. 
 
~Ini tentu sukar untuk dimengerti, atau di luar kebiasaan umum hingga-hingga pendapat ini boleh dklasifikasikan sebagai tidak normal, biarpun alasan-alasannya jelas di situ. Bagaimana kami imbangi pendapat ini dengan rasional umum? Ini yang cuba kami ketengahkan ketika ini.. 
 
Dalam agama apapun, dalam kitab manapun penganutnya diajar tentang kasih-sayang. Dalam alquran sendiri diterapkan nilai-nilai kasih-sayang, sudah tentu hal itu bisa dan baik diterapkan dalam kehidupan seharian anda.  Ingat, ini bukan soal salah atau benar, tetapi keselesaan anda..
 
Anda selesa hidup dalam kelompok yang harmoni, saling menghormati dan tidak bermusuhan. Justru itu, anda harus memulakannya sekarang. Anda harus berbicara tentang kasih-sayang kepada orang, sementara orang itu pula menyampaikan kepada orang lain. Buangkan kebencian-kebencin anda, awasi persangkaan- persangkaan buruk anda. Anda harus meruntuhkan tembok 'aku' anda; aku, keluargaku, kaumku, agamaku dstnya.. Sebaliknya, lebarkan perpaduan dan keharmonian anda kepada yang lebih universal..

Posted at 03:06 pm by Indra
Comment (1)  

Monday, July 14, 2008
Berakhir Bukan Dijavu

Akhirnya.. hidup aku kembali pada rentak yang sama.. semua setelah pementasan teater bukan dijavu berakhir malan ini  13 july 2008 jam 12.45 mlm. .. bukannya aku tidak gemar play tersebut, malah aku sangat gembira walaupun ada pihak pihak lain yg cube membunuh kehadiranku...  bercerita mengenai lakonan.. alhamdulilah  ada pujian utk watak yanto..... hehe.. walaupun aku sedar.. semuanya tak seberapa.. dan ia datang dari ALLAH.. kiranya tidak, masakan aku ada keberanian yang sebegitu.. aku cuba buktikan yang aku masih dapat mengikut perintah ALLAH walaupun aku berlakon di atas pentas.. dan menjadi tumpuan org ramai.... kerana ALLAH berada di mana2.. DIA memerhatikan hamba-hambaNYA.. ALLAH tak pernah lupa hamba2NYA.. kita yang acapkali lupa akan diriNYA.. betul tak?

Segala yang berlaku membuatkan aku lebih tabah dalam mengharungi hidup yang berliku2 ini.. kadang2 aku tewas.. tapi aku tidak mahu perasaan tewas itu.. walau aku dipandang hina oleh manusia, biarlah aku dipandang mulia oleh ALLAH.. sekurang2nya.. biarlah diri ini dalam pandanganNYA... aku bersyukur kerana aku berjaya membawa amanah yang diberikan oleh Siti Rohaya Atan dan Ismail Kassan.. biarlah segala yang berlaku menjadi memori indah yang terlipat dalam lipatan sejarah hidupku..


Jauh mengajar ku erti rindu,

Dekat mengajar ku erti cemburu,

Temu mengajar ku erti malu,

Pisah mengajar ku erti pilu!

Tika aku mahu berangkat pulang tiba2 cal masuk ada org mahu berjumpa, aku ketempat yg d janjikan rupanya aku d serahkan skrip dan esuk latihan bergitulah kata pengarah "khusairy" yg mahu aku berlakun dalam teater 'SYURGA ATAU NERAKA".

Sampai d rumah aku buka dan baca skrip... aduhhhhh...hatiku berdebar amat. aneh... skrip kali ini lebih ketara menzahirkan hidup dan kehidupanku...aku merasa sayu. seoah-olah Allah mengatakan pintu taubatnya sentiasa terbuka utk hamba-hambaNya yang ikhlas. ikhlaskah aku dalam perjuangan ini??? aku tak mahu hijrah sang kaldai walaupun aku tahu satu saat pasti dunia datang kepada ku dan aku harap sangat tiika itu  biarlah niatku sentiasa berpasak pada Allah dan Rasul. cukuplah bagiku Allah dan Rasul.

Beada d pentas dan d saksikan ramai penonton bukanlah mudah, apalagi jika mendapat pujian kerana tersalah niat maka aku menjadikan manusia khufur hanya semata meta kerana perbuatanku sebagai pelakun kerana itu aku lebih suka mengarah dari berlakun. sebagai pelakun..perhiasan itu tidak mudah didapat, harganya terlalu mahal dan menjaganya pun tidaklah mudah.

".....dan untuk meneruskan sebuah penghidupan dunia teater ada sesuatu yang harus ku tinggalkan....."


Posted at 01:06 pm by Indra
Make a comment  

Tuesday, July 08, 2008
Bisikan Hati Yang Paling Dalam

Aku masih ingat pesan Abg Mail "BIARKAN ANJING ITU TERUS MENYALAK,
KAMU TERUSKAN KEHIDUPAN INI TANPA PERLU MEMBELA DIRI" Kerana
pesanan ini jugalah menjadikan aku terus tabah walaupun aku
diserang d setiap sudut, namaku d kotori d setiap tempat, segala
permohonan aku utk jadi tenaga pengajar d PLKN TERUS D BLOCK kerana
betina ini punya "kuasa" walaupun Roslan Madun dari Pahang cuba
memasukkan namaku namun hasilnya tetap tak berjaya.

Bilamana ada perwakilan yg melantik aku utk pencalonan dalam ajk
TEMA kebangsaan maka betina itu terus cal bagi tau suruh tukar nama
lain dengan alasan "hanya kamu aja yg calon dia sedangkan dari
negeri lain tidak". Inilah yg d ceritakan pada aku oleh Roslan
walaupun dia sudah berbincang dengan perwakilan dari Selangor,
Kelantan dan Terengganu utk mencalonkan nama aku. Malahan mesyuarat
agung TEMA kebangsaan, aku tidak pernah diberi maklumat walaupun aku
adalah ahli TEMA Kebangsaan seumur hidup. Bila teman2 call aku,
bertanya napa tak datang mensyuarat agung, maka aku
jawab `setiausaha tema tercicir alamat aku kut'. Mereka turut ketawa
kerana mereka tahu apa peranan aku dlm TEMA kebangsaan sebelom
meletakkan jawatan, dan mereka juga tahu kenapa aku letak jawatan.

Hanya Siti Rohaya Atan sahaja yg cukup berani dan tidak serik untuk
membawa aku sekali lagi ke pentas walau dia sudah tau akibatnya
tika dia membawa aku kembali ke dunia teater yg telah aku tinggalkan
hampir 4 tahun dengan watak yanto yang dpentaskan d Istana Budaya,
satu tempat yg tak pernah aku impikan utk berpijak kerana nama
Shukor Yon d haram berpijak di ruang Istana Budaya.

Hari ini jam 8.45 mlm baru cerita terbongkar bilamana watak Yanto
kali ini juga tidak dibenarkan aku membawanya. "Pihak atasan DBP
dan Abg Mail sendiri tidak mahu Shukor Yon" bergitula kata betina
itu pada org yg menyampaikan padaku secara personal. Baru aku
terfikir kenapa dalam teater bukan dijavu kali ini watak Yanto
cuma sebagai memenuhi ruang pentas aja. Skrip terpaksa potong dan d
rombak semula oleh pengarah dengan alasan terlalu panjang SELEPAS
bertina itu datang semasa kami sedang berlatih.

Kalau d beritahu aku awal2 bahawa betina itu tak mahu aku berlakon
didewan "kepunyaannya" [DBP] sudah wajib aku tidak akan terlibat.
Sebagaimana aku tidak terlibat dlm TEMA KEBANGSAAN yang juga milik
peribadi betina itu. Lebih senang dan tenang aku berada d Kedah dari
dari membuat KL menjerit kerana aku. Klu tidak kerana menghormati
Siti Rohaya Atan dan mengenang jasa dan pengorbanannya yg berkeras
hati juga mahu aku memegang watak yanto walau dihalang, mau aja aku
balik ke Kedah tinggalkan teater ini, lagipun aku tidak menerima
bayaran satu sen pun lagi hingga saat ini. Ditambah tidak ada surat
hitam putih, aku tidak akan d saman oleh pihak DBP jika aku
tinggalkan teater bukan dijavu ini. Biarlah betina itu mencari
pengganti aku utk watak yanto yang tinggal satu hari lagi utk d
pentaskan. D tambah alasan yg d bagi oleh betina itu `Pihak
pengurusan DBP tidak mau Shukor Yon dan abg mail pun tak puas hati
dengan lakonan Shukor Yon'

Pelakon mana pun akan angkat kaki tinggalkan pementasan ini jika
ayat2 begini d sampaikan. Cuma aku terpaksa teruskan kerana
menghormati pengorbanan Siti Rohaya Atan SAHAJA. Walaupun sudah
berlawanan dengan pegangan hidup ku `AKU LAHIR SENDIRI, AKU HIDUP
SENDIRI DAN AKU AKAN MATI SENDIRI, ADA APA URUSAN AKU DENGAN
MANUSIA'.

TAK KU SANGKA dah lebih 5 tahun berlalu, dan betina itu pun dah
dapat apa yg dia nak maka dendam terhadap aku yang jadi batu
penghalang buat dia merampas HAK org lain sudah berakhir, rupanya
rupanya TIDAK JUGA. Memang benar kata Abg Mail `bila hati manusia
sudah hitam maka apa yg dilihat sekelilingnya juga hitam kerana itu
biar habis sepasu air mawar dibuat mandi, kalau gagak, gagak jua,
tetap selamanya hitam."

Aku tetap yakin dengan firman Allah "SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU AKAN
MATI SESUAI DENGAN CARA DIA HIDUP" Kerana itu aku tidak bertindak
apa apa, maka biarlah betina itu bertindak sesuka hatinya kerana dia
ada pangkat dan kuasa dan aku akan hadir menziarahi dia satu hari
nanti bilamana dia terlantar tanpa kuasa dan pangkat, sebagaimana
firman Allah d atas tadi.

Antara dialog yanto dalam skrip Abg Mail :

"kamu bukan lagi setiausaha sulit tapi setiausaha YANG MENYULITKAN"

"berapa ramai perempuan yang menjadi betina, perempuan yang zalim
sifatnya sama kejamnya seperti lelaki"

Posted at 04:32 pm by Indra
Make a comment  

Wednesday, June 25, 2008
Kerana aku melayu?

Baru selangkah aku melangkah.
"Nak ke mana tu ?"


Malasnya rasa hati nak menjawab, tapi aku perlu jawab sesuatu.
Aku tak kenal mereka. Sahabat atau musuh.. aku tak perlu tahu.. aku cuma perlu jawab sesuatu.
"Aku nak ke London..!!"
Kah kah kah..!! Mereka ketawa..
"Mana ada orang pegi London pakai selipar jepun!" Salah seorang dari mereka bersuara.
Aku merenung kaki ku yang bersarung selipar. Kesian selipar ni, walaupun Made in Malaysia tetap akan jadi selipar jepun sampai bila-bila.

Aku bukan nak ke London tapi sekadar menjawab sesuatu, agar mereka tak bertanya lagi. Aku tahu, nak ke mana sekalipun yang penting keinginan dan kemampuan.Cuma aku hairan, kalau mat saleh pakai selipar dan baju terbalik sekalipun tetap nampak tampan.. nampak padan. Kenapa bila aku berselipar begini nampak bagai tiada kemampuan. Kerana aku melayu?


"Kau nak ke mana sebenarnya ?"
Ces..!! Mereka bertanya lagi.
"Aku nak ke bulan..!!"
Kah kah kah..!! Mereka ketawa lagi..
"Pernahkah matlamat bangsamu setinggi itu?" Salah seorang dari mereka bertanya


Aku merenung langit. Sedih.. aku tahu.. matlamat bangsaku lebih tinggi dari itu.. cuma sering terkandas di awan.


Posted at 12:45 pm by Indra
Make a comment  

Tuesday, June 24, 2008
Pusat Karya..

Pusat Karya..
Ternyata.. aku tak boleh lari.
Tak boleh lari dari ruangan ni.. walaupun tak sempurna macam satu masa dulu.. tapi hati aku tak boleh lari..
Pernah rasa nak lari.. tapi aku berenti dan berpatah balik ke sini..


Bila ditanya..
"Apa yang menariknya di sini?"


Entah.. tak tau aku apa yang menariknya..
Satu perkara yang aku rasa.. di sini aku tertarik dengan diri aku sendiri..
Ruangan yang buat aku rasa selesa jadi aku.. rasa bangga jadi aku..
Aku tak pandai berlakun tapi aku d panggil ke sana.. kerana terpikat dengan bahasa indah .. lalu akhirnya akupun turut sama berlakun..

Mula-mulanya aku mengarut.. akhirnya aku kemaruk nak menyusun kata.. aneh ya.. setelah aku hayati lahir satu kepuasan di hati.. kepuasan yang tak pernah aku rasa.. semakin banyak aku hayati semakin aku kenal diri aku yang tak pernah aku kenal sebelum ini.. semakin aku renung cerita.. semakin aku sedar yang namanya manusia diri..

Pernah aku di cakar si Raja Lawak .. katanya kamu menghilangkan diri kerana dendam dan benci ya????


Benci?
tiada...
tapi dendam memang banyak terpendam tak tahu nak aku buang kemana.. dendam buat aku jadi kuat.. tapi tak perlu aku kendong selama-lamanya..

Yg terpenting aku makin rapat dan kenal sangat betapa yg namanya manusia suka sangat hidup dalam munafik, menutup diri dengan indahnya bahasa namun hakikatnya KOSONG....

kekadang tika mahu melelapkan mata aku tertanya tanya apakah maknanya penghayatan???  Apakah penghatan itu hanyalah satu hafalan skrip???  teringat aku pada kaldai yg membawa kitab tapi tak tau apa makna kitab kerana itu kaldai tetap jadi kaldai juaaaaaa  Big Smile Big Smile


Posted at 05:47 pm by Indra
Make a comment  

Friday, May 30, 2008
KORBAN ?????

 Kata pepatah, cinta itu perlukan pengorbanan dan pengorbanan itu sendiri berarti tanda cinta dan kasih sayang. Tapi kenapa aku tidak merasakan itu dalam dirinya? Seseorang yang selama ini menemani langkah-langkahku. 

Ugghhh,,, rasanya mendidik hati waktu bergini leh membuatkan kalam yg bakal keluar pastinya munafikkk mana idaknya klu kalam keluar dengan nada yg happy sedangkan hati sendiri pedih terasa bagaikan kapal meninggalkan pelabuhan.... nasib penumpang kasihnya org alahaiiiiiiiiiiiiii... ya aku cuma pendatang yg singgah sebentar kedalam hati manusia yg sudah terisi dan belom d olah.

Apakah rasa belas kasihan kita mesti berbeda hanya kerana status kita berbeda? apa salahnya kita tunaikan tanggungjawab Hablum Minnanas jika mengharap kasih dan perhatian??? Sudahlahhhh emosilakkkk aku aini he he he he .

Mungkin Kita sedang berada dalam suasana yang berbeda.  jadi untuk menjaga hati org maka kita terpaksa menelan kepahitan dan anggaplah itu satu ibadah kita buat teman teman d sekeliling. apa salahnya merendahkan diri untuk kegembiraan mereka.... Ya iman dan insan dlm islam sendiri menuntut kita menjadi lilin. Redha dan ikhlas kan saja.


Posted at 07:32 pm by Indra
Make a comment  

Next Page